Read Anywhere and on Any Device!

Special Offer | $0.00

Join Today And Start a 30-Day Free Trial and Get Exclusive Member Benefits to Access Millions Books for Free!

Read Anywhere and on Any Device!

  • Download on iOS
  • Download on Android
  • Download on iOS

Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS

Unknown Author
4.9/5 (27032 ratings)
Description:Dalam sekali pukul pembacaan, kita akan menemukan sedikit ciri yang menandai sebagian besar cerpen (di buku ini). Pertama adalah pilihan bentuk dan gaya, atau cara penceritaan yang secara dominan dipenuhi oleh kecenderungan yang mistik, lalu mengarahkan cerita pada simpulan atau akhir yang supranatural dan surealistik. Tak kurang dari 50% (11 cerpen) yang memiliki kecenderungan semacam ini, mulai dari "Wiro Seledri" karya GM Sudarta, "Biografi Kunang-kunang" (Sunggung Raga), "Burung Api Siti" (Triyanto Triwikromo), hingga "Malam di Kota Merah" (Toni Lesmana), "Batas Tidur" (Gede Aryantha Soethama). Dua cerpen yang terpilih sebagai "terbaik" pun "Salawat Dedaunan" (Yanusa Nugroho) dan "Kunang-kunang di Langit Jakarta" (Agus Noor) memiliki sub-genre yang sama.Dalam kumpulan ini, ketujuh cerpen terpilih tetap dalam tegangan itu, saat mereka menjumput kembali khazanah cerita lokal, hingga logika, mitologi, dan mistisisme lokalnya. Katakanlah karya-karya mulai dari "Orang-orang Larenjang" (Damhuri Muhammad), "Pakiah dari Pariangan" (Gus tf Sakai), "Mar Beranak di Limas Isa" (Guntur Alam), "Ikan Kaleng" (Eko Triono), dan lainnya.Cerpen "Salawat Dedaunan" dibungkus dalam alur sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tetapi memancing imajinasi yang tinggi. Kemuraman religiositas masyarakat disikapi dengan cara-cara yang amat "nglakoni". Berbuat adalah cara paling baik untuk mendorong sebuah perubahan sikap. Kendati perubahan sikap masyarakat kemudian terjadi karena alasan berbeda, dorongan untuk berubah itu dipicu oleh tindakan tak kenal menyerah. "Kurang-kurang di Langit Jakarta" mengunyah simbolisasi itu menjadi jiwa-jiwa yang melayang di setiap gedung, yang dulu menjadi situs pemerkosaan serta kemalangan yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Cerpen ini melukiskan realitas tragedi dengan cara-cara yang romantik, tetapi menggugah.We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS. To get started finding Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed.
Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Pages
214
Format
PDF, EPUB & Kindle Edition
Publisher
Penerbit Buku Kompas
Release
2012
ISBN
9797096513

Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS

Unknown Author
4.4/5 (1290744 ratings)
Description: Dalam sekali pukul pembacaan, kita akan menemukan sedikit ciri yang menandai sebagian besar cerpen (di buku ini). Pertama adalah pilihan bentuk dan gaya, atau cara penceritaan yang secara dominan dipenuhi oleh kecenderungan yang mistik, lalu mengarahkan cerita pada simpulan atau akhir yang supranatural dan surealistik. Tak kurang dari 50% (11 cerpen) yang memiliki kecenderungan semacam ini, mulai dari "Wiro Seledri" karya GM Sudarta, "Biografi Kunang-kunang" (Sunggung Raga), "Burung Api Siti" (Triyanto Triwikromo), hingga "Malam di Kota Merah" (Toni Lesmana), "Batas Tidur" (Gede Aryantha Soethama). Dua cerpen yang terpilih sebagai "terbaik" pun "Salawat Dedaunan" (Yanusa Nugroho) dan "Kunang-kunang di Langit Jakarta" (Agus Noor) memiliki sub-genre yang sama.Dalam kumpulan ini, ketujuh cerpen terpilih tetap dalam tegangan itu, saat mereka menjumput kembali khazanah cerita lokal, hingga logika, mitologi, dan mistisisme lokalnya. Katakanlah karya-karya mulai dari "Orang-orang Larenjang" (Damhuri Muhammad), "Pakiah dari Pariangan" (Gus tf Sakai), "Mar Beranak di Limas Isa" (Guntur Alam), "Ikan Kaleng" (Eko Triono), dan lainnya.Cerpen "Salawat Dedaunan" dibungkus dalam alur sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tetapi memancing imajinasi yang tinggi. Kemuraman religiositas masyarakat disikapi dengan cara-cara yang amat "nglakoni". Berbuat adalah cara paling baik untuk mendorong sebuah perubahan sikap. Kendati perubahan sikap masyarakat kemudian terjadi karena alasan berbeda, dorongan untuk berubah itu dipicu oleh tindakan tak kenal menyerah. "Kurang-kurang di Langit Jakarta" mengunyah simbolisasi itu menjadi jiwa-jiwa yang melayang di setiap gedung, yang dulu menjadi situs pemerkosaan serta kemalangan yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Cerpen ini melukiskan realitas tragedi dengan cara-cara yang romantik, tetapi menggugah.We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS. To get started finding Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed.
Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Pages
214
Format
PDF, EPUB & Kindle Edition
Publisher
Penerbit Buku Kompas
Release
2012
ISBN
9797096513
loader