Read Anywhere and on Any Device!

Special Offer | $0.00

Join Today And Start a 30-Day Free Trial and Get Exclusive Member Benefits to Access Millions Books for Free!

Read Anywhere and on Any Device!

  • Download on iOS
  • Download on Android
  • Download on iOS

Be A Reader: Mendulang Aksara, Meraih Makna

Antoni Ludfi Arifin
4.9/5 (20899 ratings)
Description:Tradisi membaca, seperti yang telah Tuhan wahyukan: Iqra—Bacalah, masih belum menjadi kebiasaan yang menyenangkan, bahkan sering gagal dilaksanakan. Tradisi membaca hanya tumbuh di dunia pendidikan formal, setelah selesai menempuh ilmu, tradisi tersebut hilang ditelan kesibukkan.Tradisi membaca yang kini telah banyak dilakukan di dunia pendidikan formal kiranya perlu merambah dunia nonformal, agar ia tidak terhenti ketika selesai menempuh pendidikan saja. Membaca buku juga harus dibudayakan di mana pun dan kapan pun kita berada. Jadikanlah buku sebagai teman yang baik saat menunggu di ruang-ruang antrean, di gerbong-gerbong kereta, di atas bus, ataupun saat perjalanan pesawat. Di rumah sekalipun, buku menjadi teman yang baik untuk menggantikan budaya menonton sinetron.Kritik Taufiq Ismail masih relevan adanya, “Mengapa para penumpang di gerbong kereta api Jakarta-Surabaya tidak membaca novel, tapi menguap dan tertidur miring? Mengapa di dalam angkot di Brebes, Tegal, penumpang tidak membaca kumpulan cerpen, tapi mengisap rokok? Mengapa di halaman kampus yang berpohon rindang mahasiswa tidak membaca buku teks kuliahnya, tapi main gaple? Kenapa di kapal Makassar-Banda Naira penumpang tidak membaca kumpulan buku puisi, tapi main domino?” Belajar dari para tokoh besar di dunia, mereka besar karena membuka cara pandang dengan membaca: buku-buku tersurat (tertulis) pada makna sesungguhnya (tekstual) dari para cerdik cendekia dan buku-buku yang tersirat, yaitu bacaan kehidupan (kontekstual) yang terlahir dari “rahim” pengalaman. Kebiasaan gemar membaca ini adalah cara kita mengisi jiwa lewat “nutrisi” bacaan sehingga pemikiran terus “terbarukan”.Pesan Prof. Din Syamsuddin dalam buku ini patut menjadi renungan, “Pentingnya membaca sebagai jambatan ilmu. Sebuah upaya meniti jembatan yang membentang agar dapat ditapaki dan dijelajahi sehingga kita mendapatkan ‘makna’ dari setiap untaian kata yang terukir dari setiap tulisan. ‘Makna’ yang ditangkap inilah yang dapat dijadikan faedah bagi manusia untuk berbuat baik, dan memberikan ‘cahaya’ jalan kebaikan kepada orang lain.”We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Be A Reader: Mendulang Aksara, Meraih Makna. To get started finding Be A Reader: Mendulang Aksara, Meraih Makna, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed.
Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Pages
134
Format
PDF, EPUB & Kindle Edition
Publisher
Gramedia Pustaka Utama
Release
2013
ISBN
9792297812

Be A Reader: Mendulang Aksara, Meraih Makna

Antoni Ludfi Arifin
4.4/5 (1290744 ratings)
Description: Tradisi membaca, seperti yang telah Tuhan wahyukan: Iqra—Bacalah, masih belum menjadi kebiasaan yang menyenangkan, bahkan sering gagal dilaksanakan. Tradisi membaca hanya tumbuh di dunia pendidikan formal, setelah selesai menempuh ilmu, tradisi tersebut hilang ditelan kesibukkan.Tradisi membaca yang kini telah banyak dilakukan di dunia pendidikan formal kiranya perlu merambah dunia nonformal, agar ia tidak terhenti ketika selesai menempuh pendidikan saja. Membaca buku juga harus dibudayakan di mana pun dan kapan pun kita berada. Jadikanlah buku sebagai teman yang baik saat menunggu di ruang-ruang antrean, di gerbong-gerbong kereta, di atas bus, ataupun saat perjalanan pesawat. Di rumah sekalipun, buku menjadi teman yang baik untuk menggantikan budaya menonton sinetron.Kritik Taufiq Ismail masih relevan adanya, “Mengapa para penumpang di gerbong kereta api Jakarta-Surabaya tidak membaca novel, tapi menguap dan tertidur miring? Mengapa di dalam angkot di Brebes, Tegal, penumpang tidak membaca kumpulan cerpen, tapi mengisap rokok? Mengapa di halaman kampus yang berpohon rindang mahasiswa tidak membaca buku teks kuliahnya, tapi main gaple? Kenapa di kapal Makassar-Banda Naira penumpang tidak membaca kumpulan buku puisi, tapi main domino?” Belajar dari para tokoh besar di dunia, mereka besar karena membuka cara pandang dengan membaca: buku-buku tersurat (tertulis) pada makna sesungguhnya (tekstual) dari para cerdik cendekia dan buku-buku yang tersirat, yaitu bacaan kehidupan (kontekstual) yang terlahir dari “rahim” pengalaman. Kebiasaan gemar membaca ini adalah cara kita mengisi jiwa lewat “nutrisi” bacaan sehingga pemikiran terus “terbarukan”.Pesan Prof. Din Syamsuddin dalam buku ini patut menjadi renungan, “Pentingnya membaca sebagai jambatan ilmu. Sebuah upaya meniti jembatan yang membentang agar dapat ditapaki dan dijelajahi sehingga kita mendapatkan ‘makna’ dari setiap untaian kata yang terukir dari setiap tulisan. ‘Makna’ yang ditangkap inilah yang dapat dijadikan faedah bagi manusia untuk berbuat baik, dan memberikan ‘cahaya’ jalan kebaikan kepada orang lain.”We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Be A Reader: Mendulang Aksara, Meraih Makna. To get started finding Be A Reader: Mendulang Aksara, Meraih Makna, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed.
Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Pages
134
Format
PDF, EPUB & Kindle Edition
Publisher
Gramedia Pustaka Utama
Release
2013
ISBN
9792297812
loader